HEMATOLOGI I

HEMATOLOGI I

Pembekuan Darah dan Antikuagulansia

Hematologi merupakan salah satu bidang studi kesehatan yang mempelajari tentang darah dan gangguan darah yang terjadi. Beberapa penyakit yang digolongkan kedalam bidang ini yaitu anemia, gangguan pembekuan darah, penyakit infeksi, hemofilia, dan leukemia ( Zahroh dan Istiroha, 2019 )

Pada postingan kali ini, kita akan membahas penyakit serta obat yang sering digunakan untuk salah satu penyakit hematologi ini, yaitu pembekuan darah   

Menurut Handayani dan Haribowo ( 2008 ), pembekuan darah merupakan suatu proses dimana komponen cairan darah ditransformasi menjadi material semisolid yang dinamakan bekuan darah. Bekuan darah tersususn terutama oleh sel - sel darah yang terperangkap dalamjaringan fibrin, dimana fibrin ini merupakan suatu protein yang tidak laurt dan berupa benang berbentuk semacam jaringan. Fibrin yang terbentuk berasal dari fibrinogen yang terda[at dalam plasma dalam keadaan larut, berubahnya fibrin dari fibrinogen ini karena adanya trombin, yaitu suatu proteolitik enzim yang baru bisa bekerja apabila dalam keadaan aktif.

Maka dari itu, dibutuhkan obat untuk mencegah pembekuan darah, salah satunya yaitu antikoagulan.

Antikoagulan merupakan obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan dan menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan darah. Antikoagulan diperlukan untuk menghambat fibrin, mencegah terbentuknya arterial thrombosis sehingga tidak terjadi perluasan trombosus dan emboli, maupu untuk mencegah bekunya darah darah di luar tubuh pada saat pemeriksaan laboratorium maupun tranfusi ( Abidin dan Mardiyantoro, 2020 )

Salah satu jenis obat dari golongan antikoagulan yaitu Wafarin.

Menurut Tjay dan Rahardja ( 2002 ), farmakodinamik dan farmakokinetik dari wafarin yaitu sebagai berikut :

Farmakodinamik

Efek antikoagulan dari warfarin berasal dari inhibisi interkonversi siklik vitamin K di liver. Bentuk vitamin K yang tereduksi dibutuhkan untuk karboksilasi faktor II, VII, IX, dan X sehingga faktor-faktor koagulasi ini menjadi bentuk aktif. Maka, tanpa vitamin K tereduksi, faktor-faktor di atas tidak dapat berfungsi sebagai faktor koagulan. Warfarin mengintervensi konversi vitamin K menjadi bentuk yang tereduksi, sehingga warfarin secara tidak langsung mengurangi jumlah faktor-faktor koagulasi tersebut. Dosis terapeutik warfarin mengurangi jumlah faktor koagulan bentuk aktif tergantung vitamin K yang diproduksi oleh liver mencapai hingga 30%-50%.   

Farmakokinetik

Aspek farmakokinetik warfarin terdiri dari aspek absorpsi, distribusi, metabolism, dan eliminasinya.

-          Absorpsi

Warfarin diabsorpsi melalui rute oral dan membutuhkan waktu 4 jam untuk mencapai konsentrasi puncak. Warfarin di absorpsi secara cepat dan komplit. Efek antikoagulasi terjadi dalam 24 jam hingga 72 jam setelah administrasi, waktu puncak efek terapeutik terlihat dalam 5-7 hari setelah terapi inisiasi. Namun, hasil INR sudah ditemukan meningkat dalam 36-72 jam setelah terapi inisiasi. Hal ini terjadi pada terapi inisiasi serta perubahan dosis warfarin karena masih bervariasinya waktu paruh faktor koagulasi yang beredar dalam sirkulasi darah. Durasi satu dosis warfarin dapat bertahan hingga 2-5 hari.

-          Distribusi

Volume distribusi warfarin adalah 0,14 liter/kg. Warfarin tidak didistribusikan ke dalam air susu. Protein binding 99%.

-          Metabolisme

Warfarin terdiri dari isomer S dan R yang dimetabolisme di liver oleh enzim mikrosomal hepatik (sitokrom P-450) menjadi metabolit inaktif terhidroksilasi dan metabolit tereduksi. Isomer S memiliki potensi efek yang lebih tinggi dari isomer R. Isomer S dimetabolisme oleh enzim CYP2C9 dan isomer R dimetabolisme oleh CYP1A2. Metabolit ini diekskresikan melalui urine, dan dalam jumlah sedikit diekskresikan melalui cairan empedu.

Eliminasi

-          Ekskresi warfarin paling utama lewat urine oleh filtrasi glomerular dalam bentuk metabolit (92%) dan hanya sedikit yang dieksresikan dalam bentuk tidak diubah. Waktu paruh warfarin efektif berkisar 20-60 jam, dengan rata-rata 40 jam.

-          Doisis

Dewasa : 

Dosis awal 5 - 10 mg 1x sehari

Dosis Pemeliharaan 3 - 9 mg / hari



PERTANYAAN

1. Bagaimana interaksi antara antikoagulan dengan  asam traneksamat jika seorang pasien yang mengkonsumsi antikoagulan dalam jangka panjang ?

2. Jelaskan manifestasi klinis pada pasien komplikasi yang mengkonsumsi antikoagulan dalam jangka panjang !

3. Efek samping yang paling utama dari mengkonsumsi antikoagulan yaitu perdarahan, bagaimana penatalaksanaan pada penderita diabetes ? Apakah harus dikombinasikan dengan obat lain untuk mencegah terjadinya perdarahan hebat ? Jika ada jelaskan interaksinya !

 

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z. Z dan F. Mardiyantoro. 2020. Buku Ajar Diagnosis dan Tata Laksana Perdarahan Rongga Mulut. UB press, Malang.  

Handayani, W dan A. S. Haribowo. 2008. Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Hematologi. Salemba Medika, Jakarta.

Tjay, T. H dan Rahardja, K. 2002. Obat - Obat penting : Khasiat : Penggunaan dan Efek - Efek Sampingnya. Gramedia, Jakarta.

Zahroh, R dan Istiroha. 2019. Asuhan Keperawatan Pada Kasus Hematologi. Jakad Publishing, Surabaya

 

Comments

  1. Artikelnya menarik sekali dan sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  2. Blog nya bagus dan mudah di pahami,di tunggu konten selanjutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhu siap kakak, jangan lupa share yaa ke teman nya manatau dibutuhkan:))

      Jangan sampai terlewatkan yaa:))

      Delete
  3. Replies
    1. Masyaallahh terimakasih banyak kakak. Jangan lupa di share yaa:))

      Delete
  4. Replies
    1. Terimakasih kembalik adikk, jangan lupa makan yaa hehe

      Delete
  5. Replies
    1. Terimakasih kembali adikk, jangan lupa berkunjung ke rumah mertua yaa hehe.
      gadeng becanda, jangan lupa bljr mksdnya

      Delete
  6. artikelnya sangat bermanfaat terimakaasih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe terimakasih kembali dong kakak, jangan lupa untuk kembali kak hehe

      Delete
  7. Replies
    1. Harus sih ini, valid no debat, hehe siap kakak, terimakasih banyak sudah berkunjung

      Delete
  8. Artikel nya keren banget kk makasih udah bantu kk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe sesama manusia harus saling membantu bukan hehe

      Delete
  9. Terimakasih ilmunya. Sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Selalu bermanfaat bagi banyak orang ya

    ReplyDelete
  10. Wah awalnya saya pikir hematologi adalah ilmu tentang menanbung. Ternyata Tentang darah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe menabung dicelengan ayam kak, hehe jangan lupa di pahami yaa kak

      Delete
  11. Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻

    ReplyDelete
  12. Semangat hyung untuk artikel selanjutnyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huweee terharu disemangati angel, siap hyunggg lopyuu

      Delete

Post a Comment