ANTIHISTAMIN I

ANTIHISTAMIN I

Turunan Kolamin dan Etilendiamin

Menurut Handayani ( 2019 ), Histamin merupakan suatu senyawa amina  yang didalam tubuh dibentuk dari asam amino histidin oleh pengaruh enzim histidine dekarboksilase. Hampir semua organ dijaringan tubuh mengandung histamin, terutama terdapat dalam sel - sel tertentu, yaitu mastcell, dalam keadaan terikat dan tidak aktif.

Antihistamin merupakan zat – zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblock reseptor – histamin (  Lisni et al, 2020 ).

Mekanisme kerja obat antihistamin ini yaitu dalam menghilangkan gejala – gejala alergi berlangsung melalui kompetisi dengan menghambat histamin berikatan dengan reseptor H₁ atau H₂ di organ sasaran. Histamin yang kadarnya tinggi akan memunculkan lebih banyak reseptor H₁. Reseptor yang baru tersebut akan diisi oleh antihistamin. Peristiwa molekular ini akan mencegah untuk timbulnya reaksi alergi ( Gunawijaya, 2001 ).

Menurut Cartika ( 2016 ), berdasarkan struktur kimianya antagonis H1 dibagi ke dalam enam kelompok yaitu :

1.      Turunan Eter Aminoalkil,

2.      Turunan Etilendiamin,

3.      Turunan Alkilamin,

4.      Turunan Piperazin,

5.      Turunan Fenotiazin,

6.      Turunan Lain-Lain.

Adapula antagonis H1 generasi kedua yang dikembangkan untuk mengurangi efek sedasi dan efek kolinergik dan adrenergic yang tidak diinginkan dari antagonis H1 generasi pertama (anhistamin klasik).

Pada postingan ini, kita akan membahas 2 jenis golongan dari antihistamin, yaitu turunan eteraminoalkil dan etilendiamin, diamana menurut Cartika ( 2016 ) sebaai berikut :

1.      Turunan Eter Amino Alkil ( Kolamin )

Kolamin memiliki rumus umum yaitu : Ar(Ar-CH2) CH-O-CH2-CH2-N(CH3)2

Hubungan struktur dan aktifitas, yaitu sebagai berikut :

a.      Pemasukan gugus Cl, Br dan OCH3 pada posisi pada cincin aromatic akan meningkatkan aktivitas dan menurunkan efek samping.

b.      Pemasukan gugus CH3 pada posisi p-cincin aromatic juga dapat meningkatkan aktivitas tetapi pemasukan pada posisi o- akan menghilangkan efek antagonis H1 dan akan meningkatkan aktifitas antikolinergik

c.       Senyawa turunan eter aminoalkil mempunyai aktivitas antikolinergik yang cukup bermakna karena mempunyai struktur mirip dengan eter aminoalkohol, suatu senyawa pemblok kolinergik.



Contoh senyawa turunan eter amino alkil, yaitu sebagai berikut :

1.      Difenhidramin HCl, merupakan antihistamin kuat yang mempunyai efek sedative dan antikolonergik, menurut Tjay dan Rahardja ( 2002 ), farmakidinamik dan farmakokinetik dari Difenhidramin HCl yaitu sebagai berikut :

a.       Farmakodnamik

Difenhidramin HCl, merupakan antihistamin generasi pertama dan merupakan antagonis reseptor H1. Natagonisme dicapai melalui menghalangi efek histaminlebih dari memblokir produksi atau pelepasan. Difenhidramin HCl menghambat sebagian tanggapan oto polos dengan histamin dan efek vasokonstriktor histamin. Antagonisme juga dapat menghasilkan efek antiemetik, dan efek samping obat penenang yang signifikan.

b.      Farmakikinetik

-          Absorbsi, Difenhidramin administrasi baik diserap dari saluran pencernaan. Konsentrasi plasma puncak dicapai dalam 2 - 3 jam.

-          Metabolisme, dimetabolisme untuk nordiphenylpenhydramine ( metabolit aktif ) dinodiphenhydramine, dan asam diphenhylmethoxyacetic.

-          Distribusi, secara luas didistribusi keseluruh tubuh dan mampu melewati meskipun penghalang darah – otak. 61 % dan 78 % terikat dalam plasma.

-          Ekskresi, melalui urine

-              

2.      Dimenhidrinat, adalah garam yang terbentuk dari difenhidramin dan 8 - kloroteofilin.

3.      Karbinoksamin maleat, mengandung satu atom C asimetrik yang mengikat 2 cincin aromatik.

4.      Klemasetin fumarat, merupakan antagonis H1 kuat dengan masa kerja panjang.

5.      Pipirinhidrinat digunakan terutama untuk pengobatan rhinitis, alergi konjungtivitis dan demam karena alergi.

2.      Turunan Etilendiamin

Etilendiamin memiliki rumus umum : Ar(Ar’)N-CH2-CH2-N(CH3)2

Etilendiamin merupakan antagonis H1 dengan keefektifan yang cukup tinggi, meskipun penekan system saraf dan iritasi lambung cukup besar.

Hubungan struktur antagonis H1 turunan etilen diamin dijelaskan sebagai berikut :

a.       Tripelnamain HCl, mempunyaiefek antihistamin sebanding dengan difenhidramin dengan efek samping lebih rendah.

b.      Antazolin HCl, mempunyai aktivitas antihistamin lebih rendah dibanding turuan etilendiamin lain.

c.       Mebhidrolin nafadisilat, strukturnya mengandung rantai samping amiopropil dalam system heterosiklik karbolin dan bersifat kaku.



 

 

PERTANYAAN

1.      Bagaimana penggunaan antihistamin secara rasional untuk anak - anak ?

2.      Apakah perbedaan gender dapat mempengaruhi terjadinya histamin pada seseorang ?

3.      Bagaimana histamin bekerja pada ibu hamil ? Apa yang menyebabkan jumlah histamin dapat meningkat dalam tubuh, jika dalam keadaan normal jumlah kadar histamin dalam tubuh berkisar 50 mcg/L, apa yang akan terjadi ? dan bagaimana penatalaksana nya ? 


 

DAFTAR PUSTAKA

Cartika, H. 2016. Kimia Farmasi Komprehensif, Kementruan Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Gunawijaya, F. A. 2001. Manfaat Penggunaan Antihistamin Generasi Ketiga. Jurnal Kedokteran Trisakti. 3 ( 20 ) : 124 – 129. 

Handayani, D.W. 2019. Farmakologi Jilid III. Yogyakarta : Deepublish.

Lisni, I., A. Anggriani dan R. Puspitasari. 2020. Kajian Peresepan Obat Antihistmin pada Pasien Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit di Bandung. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia. 2 ( 2 ) : 52 – 62. 

Tjay, T. H dan Rahardja, K. 2002. Obat - Obat penting : Khasiat : Penggunaan dan Efek - Efek Sampingnya. Gramedia, Jakarta

 

Comments

  1. Replies
    1. Masyaallahh terimakasih banyak nopelasari. Jika Tidak mengerti silahkan di tanyakan Pel monggo

      Delete
  2. perkenalkan saya nurmaya sari nim (f1f118015) izin menjawab pertanyaan no 2 pada jurnal yang saya baca https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/download/1572/1220 bahwa antihistamin itu aman digunakan dalam jangka waktu lama, karena dgnkan sbgai terapi pada gejala lain yang mengiringi DA seperti asma bronkhial, rhino konjugtivitis, dan urtikaria.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik terimakasih banyak atas sanggahan nya saudari Nurmaya sari.

      Izin menambahkan, berdasarkan buku kumpulan kuliah farmakologi, suatu obat jika dikonsumsi dalam Jangka waktu panjang di perbolehkan asalkan Tidak melebihi dosis yang telah di tetapkan.

      Delete
  3. Wah ilmunya sangat bermanfaat sekali. Berarti contoh obat antihistamin yg sering digunakan untuk alergi yaitu ctm. Disini saya mau nanya, berarti pada saat kapan pasien boleh meminum obat ctm?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallahh bagus sekali pertanyaan nya, izin menjawab Yaa saudari Fenny

      Ctm sangat sering disalah gunakan oleh masyarakat, yaitu ctm sering dijadikan obat tidur, karena salah satu efek dari CTM itu sendiri yaitu sedativ dimana efek ini dapat menimbulkan rasa kantuk.

      Namun, penggunaan CTM ini tidak dapat dikonsumsi dengan tidak mengikuti dosis yang telah ditetapkan,
      Menurut buku Informasi Spesialite Obat ( ISO ) Indonesia Volume 51 -tahun 2017 s.d 2019, CTM seharusnya dikonsumsi 3-4 x sehari 1tablet, untuk dosis dewasa Untuk mendapatkan efek yang maksimal yaitu digunakan sebagai obat antihistamine.

      Terimakasih:))

      Delete
  4. Hai Emii, disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3.
    Dimana perbedaan gender atau jenis kelamin dapat mempengaruhi terjadinya histamin pada seseorang.
    Sel mast adalah sel imun pertama yang diaktifkan sebagai respons terhadap infeksi sel-sel parasit dan sangat penting untuk mengatur respons imun yang diperlukan untuk melawan infeksi dan untuk membentuk kekebalan tambahan untuk mencegah infeksi selanjutnya.
    Dan pada suatu penelitian menyatakan Ketika diaktifkan oleh stres atau alergen, sel mast wanita melepaskan lebih banyak zat inflamasi, yang dapat memicu respons kekebalan yang lebih agresif seperti anafilaksis–sebuah fenomena serius, yang reaksi alerginya berpotensi mengancam jiwa–dan usus bocor.
    Penelitian ini menemukan bahwa sel mast yang berasal dari perempuan membuat dan menyimpan lebih banyak zat inflamasi seperti histamin, serotonin, dan protease dibandingkan sel mast dari pria. Zat ini bertanggung jawab atas banyak gejala penyakit, termasuk tersumbatnya jalan nafas, sakit kepala migrain, sakit perut, masalah pencernaan, dan sesak napas. Meskipun sel mast dari perempuan dan pria memiliki gen yang sama, kecuali gen kromosom dari jenis kromosom yang berbeda, tingkat aktivitas gen mereka berbeda secara signifikan. Faktanya, penelitian ini menemukan bahwa lebih dari 4.000 gen dalam sel mast perempuan lebih aktif dibandingkan dengan pria.

    Lebih lanjut, banyak gen yang sangat aktif pada perempuan menghasilkan protein yang terlibat dalam pembuatan dan penyimpanan zat inflamasi seperti histamin dan protease. Perbedaan unik dalam kemampuan perempuan untuk menyimpan dan melepaskan lebih banyak histamin dan protease dapat menjelaskan mengapa sel mast perempuan dapat memicu reaksi kekebalan yang lebih kuat. Ini juga mungkin menunjukkan mengapa wanita mungkin lebih rentan terhadap penyakit dan gangguan tertentu dan pria lebih resistan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallahh, sangat jelas dn detail yaa:))

      Benar sekali saudari daffa:))
      Berdasarkan Jurnal penelitian yg saya baca, gender, usia serta lingkungan sangat mempengaruhi seseorang untuk terpapar suatu penyakit. Hal ini do pengaruhi oleh paotlogis Dan sistem imun dr seseorang tsb dlm merespon penyakit

      Jazakillah khoiron kakak daffa:))
      Semoga bermanfaat yaa bagi kita semua:))

      Delete
  5. Ilmunya sangat berguna sekali semoga selalu aktif ya memberi info2 terbaru mengenai obat2an

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallahh terimakasih banyak unii:)) Semoga bermanfaat yaa:))

      Delete
  6. Terimakasih ilmunya sangat bermanfaat :))

    ReplyDelete
  7. Terimakasih emi. Pembahasannya sangat jelas dan menarik. Sangat bermanfaatt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jazakillah khoiron kakak:)) hehe
      Semoga dpt d amalkan d kehidupan yaa:))

      Delete
  8. Halo Emi efrini, untuk menjawab pertanyaanno.4 perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Histamin adalah zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel dalam tubuh ketika mengalami reaksi alergi atau infeksi. nah seperti pada umumnya kerja Histamin pada ibu hamil tidak jauh berbeda dari orang lain pada umumnya yang mana ketika terdapat Alergen(zat atau partikel yang dapat memicu alergi) masuk ke dalam tubuh ibu hamil maka sistem kekebalan tubuh menganggap zat tersebut berbahaya bagi tubuh dan guna melindungi tubuh, sistem kekebalan tubuh memulai reaksi berantai yang membuat beberapa sel-sel tubuh melepaskan Histamin ke dalam aliran darah. Lalu, yang dapat menyebabkan jumlah Histamin dapat meningkat dalam tubuh ? perlu diketahui bahwa dalam keadaan normal secara alami produksi Histamin berasal dari pertukaran zat Histidin melalui proses Dekarboksilase secara enzimatis. pada berbagai jaringan tubuh terutama di usus halus Histidin akan diubah menjadi Histamin. nah ketika sistem kekebalan tubuh individu terlalu sensitif dalam menanggapi Alergen yang masuk ketubuh, mengonsumsi makanan tinggi kadar histamin, meminum minuman beralkohol dan konsumsi obat tertentu maka jumlah produksi Histamin dapat meningkat lebih tinggi dibandingkan produksi histamin pada orang yang normal. lalu pertanyaan terakhir jika dalam keadaan normal kadar histamin dalam tubuh berada pada 50 mcg/L apa yang akan terjadi ? perlu diketahui kadar Histamin yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan kondisi Histamin Intolerance, menurut referensi yang saya baca konsentrasi Histamin basal yang dianggap normal pada tubuh berkisar antara 0,3 - 1 ng/mL yang mana jika melewati kadar normal tersebut maka individu dapat merasakan berbagai gejala dan penyakit seperti peningkatan sekeresi asam lambung berlebih, peningkatan denyut jantung, urtikaria, pruritis, Bronkospasme dan yang terburuk adalah Cardiac arrest. dan untuk penatalaksanaannya yang dapat dilakukan jika sudah terdiagnosis Histamin Intolerance yaitu rutin mengonsumsi Diet bebas Histamin selama berminggu-minggu,rutin berkonsultasi dan memeriksakan kondisi kesehatan ke Dokter dan Menjalani Terapi pengobatan Antihistamin yang diresepkan oleh dokter. Terimakasih atas pertanyaan dari Emi efrini semoga jawaban dari saya dapat membantu pemahaman ke yang lainnya juga. jika ada masukan atau saran silahkan saja.. wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloooww jg Untuk kakak rifqi. Masyaallahh panjang yahh:)) namun sNgat detail, saya sampai bingung menjawab apa:))
      Hehehe Mau menambahkan sedikit nih kakak, untuk penatalaksanaan nya pd ibu Hamil menurut Jurnal yang saya baca, antihistamine ini tidak menyebabkan kecatatan fisik maupun otak dr kandungan nya.
      Sehingga Masih aman digunakan pada saat Hamil dg syarat mengkonsumsi tepat dg dosis

      Masyaallahh tabarakallah Syukron kakak rifqi atas pemaparannya yg sangat² rincii. Semoga bermanfaat Bagi kita semua yaa:))

      Delete
  9. Tetap Semangat membagikan ilmu yang sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketika ada yang menyemangatiku sungguh itu membuatku terharu:))

      Syukkronn kakak:))

      Staytune untuk blog selanjutnya yaa kakak:))

      Delete
  10. Terimakasih banyakk kakak artikelnya sangat membantu sekalii :)) semangattt terusss nulis blog nyaaa :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwuwu semoga dpt dimengerti ya kakak:)) dan semoga tydak merasa didongengkan dg materi ini ya hyungg hihi


      Siap hyungg:)) Jazakillah Khoiron

      Delete
  11. Wahhh kak emi.. Terima kasih ilmu nya kak... Snagat bermanfaat
    Semangat terus kak emi 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah masyaalllah, semoag tydak pusing yaa membaccanya, dipahami saja:)) hehe

      Semangat kembali:")

      Delete
  12. Alhamdulillah,artikelnya sangat bermanfaat,terima kasih yaπŸ˜‰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali, semoga dapat di amalkan yaa:))

      Delete
  13. Waahhh ilmu sangat bermanfaat, terimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallah kembali kasih kakak:))

      Staytune kakak

      blog selanjutny menanti wkwk

      Delete
  14. Terimakasih emi .. Informasi tentang pembahasan anda insya Allah bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallah jazakillah khioron teh:)) amin aminn ya allahumma aminn

      Delete
  15. Hallo emi, artikelnya sangat bagus sekali. Terima kasih sudah berbagi ilmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halluuuww sabyaannn:))
      Masyaallahh ❤❤ Semoga dpt bermanfaat yaa byann:))

      Delete
  16. artikel yang menarik didukung dengan pemaparan yang asyik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallahh Syukron camm Semoga dpt membantu dlm memahami mengenai antihistamine yeww

      Delete
  17. Saya akan menunggu artikel berikutnya !
    Terima kasih penulis, semangat selalu !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallahh excited sekali Yaa he he :))
      Staytune Yaa❤❤

      Delete
  18. Halo emi, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Pemberian obat ada anak tidak sama dengan pada orang dewasa akibat adanya perbedaan kematangan faal organ tubuh menurut usia menyebabkan perbedaan kinetika obat serta kurangnya pengkajian keamanan antihistamin pada anak sehingga penting untuk diberikan secara rasional.
    Menurut WHO penggunaan obat yang rasional adalah apabila pasien menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinis, dalam dosis yang memenuhi kebutuhan untuk jangka waktu yang cukup, dan dengan biaya yang terjangkau baik untuk individu maupun masyarakat.
    Antihistamin digunakan secara luas pada penyakit alergi namun secara rasional seharusnya untuk reaksi tipe cepat karena disini mediator yang paling berperan adalah histamin sebagai preformed mediator (mediator yang sudah ada dalam granula sel mast). Pada pasien anak, antihistamin secara klinis rasional digunakan pada kasus rinokonjungtivitis, asma brokial, urtikaria, anafilaksis akut dan dermatitis atopik (Soegijanto, 2016).
    Sehingga hati-hati jika ingin memberikan antihistamin pada anak-anak. Penggunaan tiap jenis obat antihistamin berbeda-beda dan disesuaikan dengan usia, sebaiknya sesuaikan dengan rekomendasi dokter dan etiket obat. Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwahhhh panjang sekalii yaa:)) Hehe
      Walaupun begitu sungguh dapat di pahami, terimakasih banyak kak indah :))

      Delete
  19. Ilmu yg sangat bermanfaat πŸ‘
    Ditunggu artikel selanjutnya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallah, terimakasih banyak kakak:))
      silahkan kunjungi topic lain yaa:))

      Mari upgrade pengetahuan bersama :))

      Delete
  20. Wah keren kakkk mantap, kebetulan saya memiliki ekspresi gen yang menyebabkan saya bersin lalu saya pernah meminum obat anti histamin tersebut nah saya penasaran nih apakah ada efek jangka panjang jika mengonsumsi obat tersebut dan bagaimana proses metabolisme didalam ginjal 😭
    Aaa ga dijawab sekarang gpp kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallah hehe

      Siap kakak, izin menjawab yaa:))

      Setiap tubuh memiliki respon yang berbeda2 merespon suatu obat yang masuk dalam tubuh.

      Maka dari itu, adanya dosis dapat mengkontrol kadar obat yang kita minum,
      semua obat jika di konsumsi dalam dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek jika dikonsumsi dalam jangka yang panjang. ( tapi note dari mey kalo bisa jangan sering2 minum obat yaa:)) takutnya resisten:)) jangan minum obat kalau tidak dalam kondisi yang benar2 urgent )

      Delete
  21. Artikelnya sangat menambah referensi saat kita ingin mengkonsumsi obat antihistamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwahh terimakasih banyak kakak:)) Semoga bisa meluruskan hal yang keliru yaa kakak:))

      Delete
  22. Artikelnya sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan kak πŸ˜†
    Izin bertanya kak, seperti yg sering kita temui antihistamin ini sering di resepkan dokter untuk kasus insomnia, nah menurut kakak apakah itu sudah tepat dan disarankan kak? Dan apa efek samping jika seseorang yg mengalami insomnia ini mengonsumsi antihistamin secara rutin untuk membantunya tidur? Terima kasih sebelumnya kak πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallahhh terimakasih banyak amalia rani,
      baik kakak coba menjawab yaa:))

      Menurut buku yang kakak baca, dalam peresepan antihistamin yang di tujukan untuk penderita insomnia itu kurang tepat menurut kakak, karena banyak jenis obat antihistamin ini yang memiliki efek sedativ yaitu timbulnya efek kantuk,
      menurut kakak jika digunakan dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah, karena di sini yang digunakan yaitu efek nya bukan farmakologinya.

      terimakasih banyak semoga membantu yaa:))

      Delete
  23. Artikelnya sangat bermanfaat menambah ilmu pengetahuan baru,jadi tau apa itu antihistamin, terima kasih banyak kak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, terimakasih kembali, sering2 berkunjung k blog yaa:))

      Delete
  24. Terimahkasih kakk atas informasinya, bermanfaat sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali, hehe jangan lupa share yak:))

      Delete
  25. Replies
    1. Terimakasih kembali yaa. jangan lupa untuk kembali yaa dekk wkwk

      Delete
  26. Terimakasih emi infonya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwaahhh afwan kakak. Stay tune yaa kak, jangan sampai ketinggalan postingan terbarunya

      Delete
  27. Terima kasih kak informasinya, sangat bermanfaat ilmunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallah. terimakasih kembali. terimakasih sudah berkunjung

      Delete
  28. MasyaAllah bermanfaat bangetttt, terimakasih yaa kaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe terimakasih kembali. semoga menambah wawasan yaa:))

      Delete
  29. Replies
    1. Aaaa pengunjung setiaku. terimakasih kembali kakak. semoga bermanfaat yaa:))

      Delete
  30. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallah terimakasih sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung kakak
      Aminnn. Semoga bermanfaat yaa

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  31. Wah. Sangat bermanfaat sekali ilmunya. Walaupun saya sudah tahu 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe biar lebih tau lagi kakak
      terimakasih sudah berkunjung kak

      Delete
  32. Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat πŸ™πŸ»

    ReplyDelete

Post a Comment