HEMATOLOGI II

HEMATOLOGI II

Fibrinolisis dan Antifibrinolitika

Assalamualaikum semuaa, 

Pada blog sebelumnya kita sudah membahas Hematologi I, dikesempatan ini kita akan melanjutkan ke Hematologi II yaitu mengenai Fibrinolisis dan antifibrinolitika

Fibrinolisis menurut Frances dan Dunning ( 2009 ) merupakan suatu proses penghancuran deposit fibrin oleh system fibronolotik sehingga aliran darah akan terbuka kembali. Sistem fibronolitik merupaka suatu system enzim multikomponen yang menghasilakn pembentukan enzim aktif plasmin, dimana plasmin ini akan menyebabkan degradasi fibrin, meningkatkan jumlah produk degradasi fibrin yang terlarut. Sistem fibronolitik ini terdiri dari 3 komponene utama, yaitu : 

a.       Plasminogen

b.      Aktivator plasminogen

c.       Inhibitor plasmin

Serta memiliki aktivitas plasminogen yang terjadi melalui 3 jalur yang berbeda, yaitu :

1.      Jalur Intrinsik, yaitu jalur yang melibatkan FXII, prekalikrein, dan HMWK. Aktivasi FXII ==> FXIIa yang akan mengubah prekalikrein ==> kalikrein dengan adanya HMWK. Kalikrein yang terbentuk akan mengaktifkan plasminogen ==> plasmin dan juga mengubah FXII ==> FXIIa.

2.      Jalur Ekstrinsik, aktivator yang terdapat di dalam jaringan atau endotel pembuluh darah akan dilepaskan ke dalam darah jika terdapat amin vasoaktif dan protein C.

3.      Jalur Eksogen, contonya yaitu urokinasi yang dibentuk ginjal dan di eskresi berdama urin, dan sterptokinase yang merupakan produk streptokokus beta hemolitikus 

Untuk itu, diperlukan obat yang dapat melarutkan bekuan darah akibat fibrinolisis, yaitu antifibrinolitika.



Menurut Brown ( 2015 ), antifibrinolitik merupakan glongan obat yang digunakan untuk meningkatkan hemostatis, terutama ketika fibirinolisis berkontribusi terhadap perdarahan. Perdarahan fibrinolitik dapat berhubungan dengan komplikasi bedah dan penyakit neoplastik. Obat ini bekerja secara irreversible memblok ikatan lisis pada plasminogen, sehingga mencegah akrivitas plasmin,dan karena itu dapat menghentikan lisis dari fibrin terpolimerisasi.

Salah satu contoh obat yang termasuk kedalam antifibrinolitika yaitu : 

Asam Traneksamat



-          Farmakodinamik

Farmakodinamik asam traneksamat bekerja pada proses pembekuan darah. Asam traneksamat merupakan derivat asam amino lisin yang bekerja menghambat proses fibrinolisis. Asam amino lisin yang memiliki afinitas tinggi akan menempel pada reseptor plasminogen, sehingga plasmin tidak dapat diaktifkan. Akibatnya proses degradasi fibrin dan faktor pembekuan lainnya oleh plasmin tidak terjadi.

Ketika terjadi perdarahan, faktor pembekuan akan teraktivasi, dan platelet akan berkumpul membentuk bekuan darah. Aktivasi faktor pembekuan darah dimulai dari platelet dihancurkan dan mengeluarkan trombokinase. Trombokinase akan mengaktifkan trombin dari bentuk inaktifnya protrombin. Trombin akan mengaktifkan fibrinogen menjadi fibrin.  Benang-benang fibrin akan memperkuat bekuan darah. Di samping itu, pada saat proses pembekuan darah, tissue plasminogen activator (tpa) akan mengaktivasi plasminogen menjadi plasmin. Plasmin berperan dalam proses fibrinolisis, dimana plasmin akan menghancurkan fibrin dan faktor pembekuan lain. Disini asam traneksamat bekerja menghambat proses fibrinolisis.  

Selain itu, asam traneksamat juga diketahui mempunyai efek antiinflamasi secara tidak langsung, yaitu dengan cara mengurangi jumlah plasmin yang beredar. Plasmin diketahui berperan dalam mengaktivasi sel inflamasi dan protein, termasuk monosit, neutrofil, platelet, komplemen, dan sitokin. Karena itu asam traneksamat dapat dipertimbangkan untuk terapi angioedema herediter, yaitu  mencegah serangan angioedema jangka panjang.

Efek asam traneksamat juga diketahui dapat menghambat aktivasi plasminogen menjadi plasmin oleh sinar ultraviolet. Dipahami bahwa plasmin dapat mengaktivasi enzim tirosinase yang kemudian menyebabkan sintesis melanin. Oleh karena itu, asam traneksamat dapat mengurangi hiperpigmentasi sehingga digunakan sebagai terapi alternatif melasma. 

-          Farmakokinetik

Farmakokinetik asam traneksamat adalah diabsorpsi secara cepat di plasma darah, sedangkan melalui sistem gastrointestinal hanya 50%, dan dosis puncak sekitar 1-5 jam. Asam traneksamat berikatan dengan protein dan didistribusikan melalui plasma ke jaringan. Hanya sebagian kecil obat yang dimetabolisme, dan kemudian dieliminasi melalui filtrasi di glomerulus ginjal.

a.       Absorbsi

Injeksi asam traneksamat diabsorbsi secara cepat di plasma darah. Sedangkan asam traneksamat oral diabsorbsi di sistem gastrointestinal hanya sebesar 50%, dan akan masuk peredaran darah. Onset asam traneksamat untuk bekerja mencapai puncaknya adalah sekitar 1-5 jam.

b.      Distribusi

Jumlah asam traneksamat yang berikatan dengan protein harus mencapai minimal 3% supaya dapat memberikan efek terapeutik, sedangkan asam traneksamat dapat  berikatan penuh dengan plasminogen. Namun, asam traneksamat tidak berikatan dengan albumin. Oleh protein, asam traneksamat akan beredar di plasma dan selanjutnya dibawa ke jaringan. Asam traneksamat dapat menembus ke sawar darah plasenta. Selain itu, juga dapat berdifusi ke membran sinovial dan cairan sendi dengan konsentrasi yang sama dengan di plasma. Sebagian kecil asam traneksamat juga ditemukan di air susu ibu (ASI) dengan konsentrasi seperseratus dari total, menembus sawar darah otak dan ditemukan di cairan serebrospinal dengan konsentrasi sepersepuluh, dan aqueous humor dengan konsentrasi sepersepuluh. Asam traneksamat juga terdeteksi ditemukan di cairan semen dan menghambat fibrinolisis, namun tidak mempengaruhi migrasi semen. Konsentrasi asam traneksamat yang ditemukan di jaringan lebih rendah dibandingkan di plasma darah.

c.       Metabolisme

Hanya sebagian kecil asam traneksamat yang mengalami metabolisme. Total hanya 5% sisa metabolisme yang ditemukan di urin selama 72 jam. 

d.      Eliminasi

Eliminasi asam traneksamat terjadi di ginjal tepatnya melalui filtrasi di glomerulus. Sebanyak 40% dari dosis oral, dan 95% dari dosis intravena akan dikeluarkan melalui urin dalam waktu 24 jam. Klirens ginjal sama dengan klirens plasma, yaitu 110-116 ml/menit. Waktu paruh asam traneksamat adalah sekitar 2 sampai 11 jam.

PERTANYAAN

1.      Bagaimana waktu paruh yang diperukan oleh antifibrinolitik yang digunakan pada menstruasi ?

2.      Berdasarkan jurnal, mana yang lebih memiliki efek farmakologi antara asam traneksamat dengan asam aminokaproat ?

 

DAFTAR PUSTAKA

Brown, R. S. 2015. Antifibrinolytic Drugs ( Aminocaproic Acid and Tranexamic Acid ) : Treatment Perspektives for Dental Surgery. Current Oral Health Repart. 2 ( 3 ) : 143 – 147.

Frances, F dan M. B.Dunning. 2009. A Manual of Laboratory and Diacnostoc Test. The Point, US.


Comments

  1. Sangat bermanfaat kak terimahkasih informasinya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimaksih kembali dong, semangat yaa membacanya

      Delete
  2. Replies
    1. Masyaallaah afwan kakak semoga bermanfaat yaa kak

      Delete
  3. sangat bermanfaat sekali mei, semangatt teruss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwaahhh dapat vitamin lagi nihh, terimakasih banyak kakak, jangan lupa untuk kembali kakak

      Delete
  4. Kerennn bangett kaak
    Izin share yaah kaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwaaahhh terharuuuuuuu, terimakasih banyak kak semoga banyak manfaat nya ya kak:))

      Delete
  5. Terimakasih ilmunya. Sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Selalu bermanfaat bagi banyak orang ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallah semoga kakak yaa:)) terimakasih banyak atas kunjungannya kak

      Delete
  6. Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻

    ReplyDelete
  7. Parah sih, jadi semangat banget bacanya karna nuansa pink gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayukk pecinta pink kumpul dulu hehe, mari membaca mksd ny wkwk. semangatt terus kakak membacanya yaa, sdh saya kasih yang pink2 kakak

      Delete

Post a Comment