REUMATOID ARTITIS
REUMATOID ARTRITIS
Assalamualaikum
semuaa,
Pada postingan kali
ini kita akan membahas Reumatoid Artritis, pada bingung? yukk kita bahas di
bawah ini
Menurut Ruderman et al ( 2012 ), Rheumatoid
arthritis merupakan suatu penyakit kronis (jangka panjang) yang menyebabkan
nyeri, kekakuan gerak dan fungsi sendi terbatas disertai bengkak. Rheumatoid
arthritis dapat mempengaruhi banyak sendi, seperti sendi - sendi kecil di
tangan dan kaki cenderung yang paling sering terlibat. Peradangan pada
rheumatoid arthritis kadang-kadang bisa mempengaruhi organ lain seperti mata
dan paru-paru. Pada rheumatoid arthritis kekakuan yang paling buruk sering
terjadi pada pagi hari. Kekakuan ini dapat berlangsung satu sampai dua jam (
atau bahkan sepanjang hari ). Kekakuan pada pagi hari dalam waktu yang lama
tersebut merupakan petunjuk bahwa seseorang mungkin mengidap rheumatoid
arthritis, karena beberapa penyakit rematik lainnya berperilaku seperti ini. Misalnya
osteoarthritis paling sering tidak menyebabkan kekakuan pagi yang
berkepanjangan.
Penyakit ini dapat
terjadi dimulai dengan inflamasi yang mengenai sendi - sendi synovial seperti
edema, kongesti, vaskular, eksudat fibrin dan infiltrasi selular. Peradangan
yang berkelanjutan menyebabkan synovial menjadi menebal, terutama pada sendi
artikular kartilago dari sendi. Pannus masuk ke tulang sub chondria, jaringan
granulasi menguat karena radang menimbulkan gangguan pada nutrisi kartilago
artikular, kartilago menjadi nekrosis.
Tingkat erosi dari
kartilago menentukan tingkat ketidakmampuan sendi. Bila kerusakan kartilago
sangat luas maka terjadi adhesi diantara permukaan sendi, karena jaringan
fibrosa atau tulang bersatu ( ankilosis ). Kerusakan kartilago dan tulang
menyebabkan tendon dan ligament menjadi lemah dan dapat menimbulkan subluksasi
atau dislokasi dari persendian. Invasi dari tulang sub chondrial dapat
menyebabkan osteoporosis setempat.
Pada penyakit Rheumatoid
Arthritis ini terdapat 3 stadium, yaitu sebagai berikut :
a.
Stadium Sinovisis
Pada stadium ini
terjadi perubahan dini pada jaringan synovial yang ditandai hiperemi, edema
karena kongesti, nyeri pada saat istirahat maupun pada saat bergerak, bengkak,
dan kekakuan.
b.
Stadium Destruksi
Pada stadium ini
selain terjadi kerusakan pada jaringan synovial, terjadi juga pada jaringan
sekitrnya yang ditandai adanya kontraksi tendon.
c.
Stadium Deformitas
Pada stadium ini
terjadi perubahan secara progresif dan berulang kali, deformitas dan gangguan
fungsi secara menetap
Untuk itu,
diperlukan obat untuk mengurangi bahkan mencegah terjadinya Rheumatoid
Arthritis, obat yang digunakan yaitu sebagai berikut :
a.
Antiinflamasi Non Steroid ( NSAID ), seperti aspirin
yang diberikan pada dosis yang telah ditentukan
b.
Obat - obat untuk Rheumatoid Arthritis, seperti
-
Acetyl Salicylic Acid, Cholyn Salicylate ( Analgetik,
Antipiretik, Antiinflamatory )
-
Indometachin / Indocin ( Analgetik, Antiinflamatory )
-
Ibufropen / Motrin ( Analgetik, Antiinflamatory )
-
Tolmetin Sodium / Tolectin ( Analgetik,
Antiinflamatory )
-
Naproxsen / Naprosin ( Analgetik, Antiinflamatory
)
-
Sulindac / Clinoril ( Analgetik, Antiinflamatory )
-
Piroxicam / Feldene ( Analgetik, Antiinflamatory )
Pada kesempatan ini,
kita akan membahas salahsatu obat di atas yaitu Piroxicam, dimana menurut Tjay dan Rahardja ( 2002 ), farmaologi dari obat
piroxicam yaitu sebagai berikut :
Farmakologi
Piroxicam adalah sebagai agen antiinflamasi, analgesik, dan
antipiretik. Mekanisme kerja piroxicam tidak sepenuhnya dipahami namun diduga
terkait dengan inhibisi sintesis prostaglandin
Farmakodinamik
Piroxicam merupakan derivat oksikam OAINS yang secara
reversibel menghambat enzim siklooksigenase-1 dan siklooksigenase-2 (COX-1 dan
COX-2). Hal ini akan menyebabkan berkurangnya pembentukan prekursor
prostaglandin, yang merupakan mediator inflamasi yang mensensitisasi saraf
aferen dan meningkatkan potensi aksi bradikinin dalam menginduksi nyeri.
Farmakokinetik
Farmakokinetik piroxicam mengalami beberapa proses, yaitu
absorpsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi.
a. Absorpsi
Piroxicam
dapat diserap baik dengan pemberian secara oral. Setelah itu, obat ini akan
mengalami sirkulasi enterohepatik. Konsentrasi puncak plasma dapat tercapai
dalam 2 hingga 4 jam. Konsumsi bersamaan dengan makanan akan menunda
penyerapan, sehingga kerja obat dalam mengatasi penyakit osteoarthritis dan
rheumatoid arthritis menjadi kurang efektif.
b. Distribusi
Setelah
proses absorpsi, sekitar 99% piroxicam akan berikatan dengan protein plasma
dengan volume distribusi 0,14 L/kg.
c. Metabolisme
Metabolisme
piroxicam terjadi melalui hidroksilasi pada rantai samping cincin piridil,
konjugasi oleh siklodehidrasi, dan dengan lanjutan reaksi yang mencakup
hidrolisis ikatan amida, dekarboksilasi, ring contraction, dan N-demethylation.
d. Eliminasi
Waktu paruh piroxicam cukup panjang, yakni sekitar 30-86 jam. Piroxicam diekskresikan dua kali lebih banyak pada urine dibandingkan pada feses, dimana kurang dari 5% obat diekskresikan dalam urine dalam bentuk tidak diubah.
PERTANYAAN
1. Jika pada struktur piroxsicam ditambahkan gugus metil CH3, apakah hal ini dapat memudahkan piroxsicam untuk berikatan dengan reseptor ? Jelaskan !
2. Piroxicam berikatan dengan protein dalam jumlah besar (99%) saat proses distribusi. Bagian struktur manakah yang menyebabkan ppiroxicam mudah terikat protein ? Bagaimana langkah agar lebih banyak ketersediaan obat bebas dari piroxicam ?
3. Salah satu terapi dari DMARD yaitu cDMARD ( DMARD Konvensional ), obat ini juga memiliki mekasnisme kerja yang lambat sehingga harus di kombinasikan dengan tambahan seperti OAINS, bagaimana mekanisme kerja dari cDMARD yang dikombinasikan sehingga dapat mempercepat efek terapi dalam tubuh !
DAFTAR
PUSTAKA
Ruderman., Eric
and T. Siddaharth. 2012. Rheumatoid
artritis. American Collage of Rheumatology, Atlanta.
Tjay, T. H dan Rahardja, K. 2002. Obat - Obat penting : Khasiat : Penggunaan dan Efek - Efek Sampingnya. Gramedia, Jakarta.


Wuu sangat menarik dan menambah wawasan saya 👍
ReplyDeleteTerimakasih banyak kakak
Deletesemoga bermanfaat yaa:))
Terimakasih kk, sangat membantu saya mendapatkan informasi mengenai hal ini
ReplyDeleteTerimakasih kembali kakak semoga membantu yaa kakak:))
DeleteMari kunjungi yang lainnya masih banyak bahasan menarik lainnya
Artikelnya menarik
ReplyDeleteHehe alhamdullillah kakak terimakasih banyak kakak
DeleteArtikelnya menarik
ReplyDeletePecintaa pink sini kumpul hehe mari menimba ilmu
DeleteTerima kasih kak untuk informasinya yg bisa menambah pengetahuan saya
ReplyDeleteHehe jangan lupa dipahami yaa dikk, semoga bisa dijadikan gambaran untuk semester depan wkwk
DeleteSangatt bermanfaat ilmunyaa
ReplyDeleteMasyyallaahh semoga bisa membantu yaa kak
Deleteilmu yang sangat bermanfaat, semangat terus mei
ReplyDeleteSangat bermanfaat ilmunya kak
ReplyDeleteMasyaallahh terimakasih banyak kakak
DeleteManteupp kaak, terimakasih ilmunya kaak
ReplyDeleteJempoll 4 dong, terimakasih sudah berkunjung kakak
DeleteTerimakasih ilmunya. Sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Selalu bermanfaat bagi banyak orang yaa
ReplyDeleteMaysaallahh insyaallahh kakak, terimakasih kembali kakak
DeleteTerimakasih ilmunya sangat bermanfaat sekali..
ReplyDeleteMasyaallahh share boleh kali ya kak hehe mintak jantung keknya wkwk
DeleteTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
ReplyDeleteTerimkasih kembali kakak, maaf blm bisa berkunjung ke blognya
DeleteWah cantik sekali blog nya ,jadi makin semangat bacanya
ReplyDeleteHayukkk kakak semangat lagi hehe langsung bersunshine nih kak lihat yang pink2
Delete